Pemirsa sekalian…
ada seorang rekan kita bersabda :

maya: “Kualitas hidup bukan di nilai dr lamanya, tp dr bgm hidup itu diisi dgn sesuatu yg berarti dan bernilai kekal”

Betul sekali menurut saya kata-kata mutiara yg kluar dari bibir mungilnya ini.. (:P~)
Menjawab semua alasan yg membosankan tentang waktu yg dipakai sebagai landasan argumen seseorang. Seperti perkataan : “hanya waktu yg dapat menjawab semuanya” (kesannya seperti pemalas yg pasrah akan nasib, bertentangan ama perintah Tuhan untuk slalu berusaha dan berusaha (Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu bangsa kecuali bangsa atau seseorang itu berusaha dan berusaha dahulu (baru Tuhan “menjawab”nya)), atau meminjam istilah deni, mbenerno kemalasannya)
Ataupun alasan, “Akuloh udah berteman dengan dia sebelum ama kamu dan udah lama sekali” (yang saya yakin untuk mbenerno selingkuhannya (map den istilah buatan kita, tak pakek trus hihihihi)).

Tapi itulah waktu
Salah satu ciptaan Tuhan yg ajaib dimana semua makhluk dalam pengaruhnya, kesalahan timing rotasi bumi misalnya, bisa jadi kiamat.
Tapi dalam kerohanian, waktu bisa di modifikasi, diloncati dsb, sebab waktu tergantung ama Sunatullah (Kitab kedua tinggalan Rasul SAW).
Kalo menurut ijtima ulama, Sunnatullah adalah Alam semesta atau Ilmu alam atau ilmu fisika/ hukum fisika.

Khitan kalo di Indonesia, java khususnya, kalo bilang khitan biasanya sunat. Hal ini bisa diartikan kalo khitan itu menghukum kita secara fisik, atau mematuhi hukum secara fisik/ nyata/ kasat mata/ alami. Jadi seolah- olah ulama/ pemimpin agama jaman dahulu mengajarkan kepada kita bahwa carilah ilmu / kitab yg lain itu. yaitu kitab alam/ bacalah alam semesta.
Jadi Hukum Fisika bukan ciptaan manusia, tapi temuan manusia karena menemukan (baca: membaca) “Kitab Sunnatullah” di Alam Semesta ini.

Kembali ke waktu,
Waktu memang mempengaruhi kita secara fisik dan akal, tetapi kita bisa memanipulasi secara rohani..
Sebagai bukti : peristiwa Isra’ Mi’raj Rasul SAW kita. di kabarkan dilakukan hanya semalam. Ingat walau waktu masih mempengaruhi (semalam) tetapi memakai bahasa yg mustahil (kliling dunia dan miraj ke langit 7 (angka untuk menggambarkan tak terbatas dalam bahasa arab dan java kuno) hanya dalam semalam? dan hal itu sungguh2 terjadi serta kebenaran mutlak). Disini Rasul SAW mendahului waktu alias memanipulasi waktu. Bayangkan, hal itu dilakukan dengan hanya semalam! dimana tak seorang manusiapun sanggup melaksanakannya sampe sekarang kecuali Rasul Habibullah SAW..

Waktu?
jangan bicara waktu kalo terlalu dangkal …
Bisa - bisa anda terbantah sendiri…
Hati-hatilahh..
Sabda nabi Besar SAW kita :”mulutmu harimau bagimu” (kenapa ada bagimu? kok bukan harimaumu (langsung), itu menandakan kalau akan “mencakar” kita sendiri atau senjata makan tuan..
Wallahu alam Bisawab

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. baik Al-Quran maupun Firman Alam-Nya. Kun fayakun, Segala dialam adalah atas Firman Allah SWT

PS:
dedicated to my friend.. tengs 4 the idea guys.. may God be with u..