penyihir cilikAtau di sebut juga HP 7 dengan judul asli dari sononya Harry Potter 7: Deathly Hallows. Novel itu terbit resmi versi Bahasa Indonesianya tanggal 13 Januari 2008 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama dalam bentuk atau format Hard Cover.

Namun, pada tanggal 21 januari 2008 baru kesampaian bisa bli buku pamungkas dari serial “penyihir dunia” tersebut. Ntah bagaimana awalnya, ada temen yg dengan baik hati menjadi penyandang dananya (huehuehuehue.. maap ndan). Blinya kebetulan di TlogoMas Book Store, bukan di Gramedia. mayan oleh diskon behh… ! 10% tak iye… Jadi harga resminya IDR 195.000,- (versi Hard Cover) menjadi IDR 177.500,-. Ada dua macam bonus (resminya 1 bonus dari gramedia). pertama tas item standart bertuliskan Harry Potter warna emas dan atau voucher belanja dari Tlogomas sendiri senilai IDR 30.000,-. Berhubung dari awal emang mo bli, gak niat nyari bonus, ya sudahlahh.. mbak kasirnya waktu nanya mo pilih bonus yang mana kubilang aja “terserah mbaknya lahh coz niatnya bli novel kok mbak”. Akhirnya ama mbaknya di pilihkan voucher blanja, coz dia tau kalo aq sering mampir kesana. lagian tasnya swt banged, osed lek jare peyek hahahahaha….

eNiwe..
HP: Deathly Hallows atau dalam versi bhs. Indonesia HP: Relikui Kematian (??). Aq malah nggak ngerti arti dari relikui ini.. (ada temen yg bisa ngejelasin ngga? tolong dong kasih penjelasan di komen bawah yaa). Menceritakan (yaahh sebenernya basi, karna dah banyak temen2 yg cerita di blog2nya bahkan di wikipedia juga) tentang perjuangan penyihir “anak yg bertahan hidup” untuk menghancurkan Jaring-jaring kehidupan (Horcrux) musuhnya, mas Voldemort. Perlu di ketahui, salah satu kemampuan mengerikan mas voldemort ini adalah memecah/ mencabik jiwanya untuk di simpan pada benda-benda lain dengan cara meresapi saat-saat mencabut nyawa(membunuh) orang. Sehingga bila mas ini terbunuh, masih ada jiwa di tempat lain yang bisa menghidupkannya kembali. Kemampuan mengerikan mas ini pun bukannya tidak berefek. Disisi laen dia bisa Immortal atau menghindari kematian, disisi laen jiwanya jadi tidak stabil. Seperti halnya sebuah lingkaran yang tidak sempurna untuk menggelinding atau menggerakkan sesuatu.

Tros bagemana si Hari kok bisa menebak itu horcrux atau tidak? flesbek ke buku sebelomnya, mas voldie itu orang yg sombong, gila hormat, dan menyukai benda-benda bersejarah (sejarah sihir laa). So si Hari n Pak Prof. Bumbledore bisa sedikit menebak apa aja sihh horcruxnya mas voldie.

Setelah dilakukan investigasi, debat logika dan trial n error yg mendalam dalam buku ke-6, maka di mulailah perburuan (buku VI) ke berbagai tempat bersejarah n fave-nya mas Voldie (kok prasaan kek gitaris Band Radja yaa..? hawahaha), mulailah di musnahkan satu persatu horcrux sang antagonis, sampe Pak Prof. Dumbie jadi korban n meninggal dumunia (tetep masi buku ke-6 jehh).

Next di buku seven, ini masih dalam rangka perburuan yg tinggal 5 horcrux (sudah hancur 2 (buku harian masnya, cincin gaunt), menilik dari keyakinan bahwa maksimal jiwa bisa di pecah menjadi tujuh bagian), yaitu Mahkota Rowena Ravenclaw, piala Helga Hufflepuff, Liontin Salazar Slytherin, Harry Potter sendiri, dan ular kesayangan mas voldie, Nagini.

Setelah abis n di hancurkan, Harry hidup kembali (harry harus mati dolo, dia kan horcrux, cara dia menghadapi kematianlahh yg membuat dia dapat melindungi semua di Hogwart, sama kek ibunya melindungi dia dolo), tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

19 tahun kemudian..
Harry ama Ginnie cirut n punya 3 anak, James, Albus Severus, Lily.
Lainnya baca sendiri hahahaha…

thanks to samwan… I’ll never forget your contribution… babe.. :P

sumber : wikipedia, gramedia majalah, buku HP7